LBH Toho


Sports

Kapolda Sumut Tekankan Intelkam Perkuat Deteksi Dini dan Antisipasi Kerawanan

Kamis, 13 Agustus 2026, 17:21 WIB Last Updated 2026-08-14T03:37:03Z

MEDAN – Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto menegaskan pentingnya peran strategis fungsi intelijen dan keamanan (Intelkam) dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di tengah dinamika sosial, ekonomi dan politik yang terus berkembang.


Hal itu disampaikan Whisnu saat membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Fungsi Intelkam Polri Tahun Anggaran 2026 di Aula Catur Prasetya Lantai IV Polda Sumut, Rabu (12/8/2026).


Menurut Whisnu, karakteristik Sumatera Utara yang memiliki wilayah luas, masyarakat heterogen, aktivitas ekonomi tinggi serta sejumlah objek vital membuat potensi gangguan kamtibmas di daerah ini cukup kompleks.


Ia menekankan bahwa gangguan keamanan umumnya tidak muncul secara tiba-tiba. Sebelum sebuah peristiwa berkembang menjadi gangguan kamtibmas, biasanya terdapat gejala, indikator, isu, jaringan hingga momentum yang dapat dikenali dan dipetakan sejak dini.


“Deteksi dini, pemetaan kerawanan dan penggalangan menjadi kunci dalam menjaga kamtibmas dan mencegah suatu dinamika berkembang menjadi gangguan yang lebih besar,” ujar Whisnu.


Belajar dari Aksi Unjuk Rasa 2025

Whisnu mencontohkan dinamika aksi unjuk rasa di Kota Medan pada akhir Agustus 2025. Menurutnya, perkembangan isu yang awalnya muncul di ruang digital kemudian bergeser ke ruang publik hingga memicu mobilisasi massa menjadi pelajaran penting bagi fungsi intelijen.


Kemampuan membaca perkembangan situasi sejak awal, kata dia, menjadi faktor penting dalam mengantisipasi eskalasi.


Whisnu menyebut Polda Sumut mampu menjaga situasi tetap terkendali dan menjadi salah satu dari tujuh Polda yang mengalami dampak kerusuhan relatif minim dibandingkan sejumlah wilayah lainnya.


Pengalaman tersebut, lanjutnya, harus menjadi bahan evaluasi, terutama karena momentum peringatan satu tahun peristiwa Agustus 2025 akan berdekatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2026.


Inflasi hingga Konflik Agraria Jadi Perhatian

Selain dinamika sosial dan politik, Kapolda Sumut meminta jajaran Intelkam mencermati perkembangan ekonomi dan berbagai persoalan yang berpotensi memengaruhi stabilitas masyarakat.


Ia menyoroti inflasi Sumatera Utara yang pada Juni 2026 tercatat sebesar 4,79 persen.


Ketersediaan dan distribusi bahan pokok, konflik agraria, sengketa sumber daya alam, peredaran narkoba serta penyakit masyarakat juga diminta menjadi bagian dari pemetaan kerawanan.


“Keberhasilan pembangunan sangat bergantung pada stabilitas keamanan. Intelijen Polri memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas serta mendukung keberhasilan program pemerintah,” katanya.


Waspadai Momentum Politik dan Isu Strategis

Memasuki periode Agustus hingga Oktober 2026, Whisnu meminta jajaran Intelkam meningkatkan kewaspadaan terhadap sejumlah momentum nasional.


Selain peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, momentum dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto pada 20 Oktober 2026 juga dinilai perlu mendapat perhatian.


Momentum tersebut berpotensi menjadi ruang evaluasi publik terhadap kinerja pemerintah sehingga perkembangan opini masyarakat perlu dipantau secara cermat dan objektif.


Di tingkat daerah, jajaran Intelkam juga diminta memantau persoalan ketersediaan dan distribusi BBM, perkembangan harga kebutuhan pokok serta opini publik terhadap institusi Polri.


Produk Intelijen Harus Cepat dan Akurat

Whisnu kemudian memberikan sejumlah penekanan kepada jajaran Intelkam, mulai dari memperkuat kemampuan deteksi dini dan prediksi situasi, memetakan isu, aktor serta jaringan, hingga melakukan mitigasi secara cepat dan terukur.


Kualitas produk intelijen juga diminta terus ditingkatkan. Setiap informasi yang disampaikan kepada pimpinan harus cepat, akurat dan objektif serta dilengkapi analisis dan rekomendasi yang tajam.


“Dukung, amankan dan sukseskan program prioritas pemerintah tahun 2026, sekaligus jaga kepercayaan publik terhadap Polri melalui penanganan setiap isu secara profesional, transparan dan terukur,” tegas Whisnu.


Rakernis Fungsi Intelkam Polri Tahun Anggaran 2026 tersebut mengusung tema “Intelijen Keamanan Polri yang Presisi Siap Mendukung, Mengamankan dan Mensukseskan Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2026. (Ronald/tim)

Komentar

Tampilkan