![]() |
| Keterangan Foto - Penangkapan president Venezuela, Sabtu 3 Januari 2026.(istimewa) |
Hal ini terkait saat Amerika yang secara tiba-tiba menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya Cilia Flore dan membawanya ke New York (AS) pada, Sabtu (3/1/2026) dini hari.
Maduro dituduh berada di belakang penyelundupan obat-obatan terlarang dan imigrasi gelap ke Amerika. Pada Juli 2025, Amerika Serikat mengumumkan hadiah sebesar $50 juta untuk penangkapan Maduro.
Trump pernah memberi Maduro ultimatum untuk melepaskan kekuasaan, menawarkannya jalan keluar yang aman dari negara itu, Maduro menolak tawaran tersebut.
Saat pemerintahan Trump meningkatkan tekanan, pemerintah Venezuela mengatakan tidak menginginkan perang dengan AS.
Dakwaan Departemen Kehakiman AS yang baru dibuka menuduh Maduro menjalankan “pemerintahan yang korup dan tidak sah” yang didorong oleh operasi perdagangan narkoba yang luas yang membanjiri AS dengan ribuan ton kokain.
Sejarah Konflik Dengan Venezuela
Konflik Amerika VS Venezuela setidaknya sudah dimulai sejak Venezuela dipimpin oleh presiden sosialis Hugo Chavez pada 1999. Chavez adalah penentang utama kebijakan-kebijakan imperialis Amerika seperti invasi Afghanistan dan Irak. Chavez menuduh Amerika berada di belakang upaya kudeta atas dirinya di tahun 2002.
AS mengatakan pemerintahan Maduro tidak sah, mengakui Juan Guaidó, ketua parlemen, sebagai presiden Venezuela pada tahun 201.
Melihat Penangkapan Maduro
Melihat fenomena tersebut, mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI Dino Patti Djalal menyebut, tindakan Amerika sebagai sikap negara besar yang merasa berhak bertindak sewenang-wenang terhadap negara lain. Ini merupakan indikasi dari tatanan global yang berbahaya.
Langkah intervensi serupa yang pernah diambil AS pada 1990, ketika Presiden George H. W. Bush memberi persetujuan bagi personel AS untuk menginvasi Panama dan menangkap pemimpin negara tersebut, Manuel Noriega, kemudian dihadapkan ke muka pengadilan AS dan didakwa atas tuduhan penyelundupan narkoba dan pencucian uang.
Para ahli banyak yang meyakini bahwa dibalik tuduhan AS yang mengatakan bahwa pemerintah Maduro melakukan penyeludupan Kokain dan imigrasi ke Amerika Serikat dan pemerintah yang tidak sah dan sebagainya, mungkin Amerika tidak mau Venezuela dijadikan sebagai sandaran minyak bagi China dan Rusia. Karena melihat fenomena akhir akhir ini kedekatan antara Venezuela dengan negara Raksasa tersebut semakin intens, bahkan penangkapan Maduro berlangsung beberapa jam setelah pertemuan dengan utusan pemerintahan China.
Melihat hal tersebut, ada pesan yang diisyaratkan AS bahwa dimanapun, dia mampu intervensi negara lain dengan kekuatan militer dan sumber daya mereka yang begitu hebatnya dan seakan- akan memberi isyarat bahwa mereka lah polisi dunia yang sebenarnya, makanya jangan main main dengan mereka.
(Ronald Sihombing)











