• Jelajahi

    Copyright © Investigasi Fakta
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Sports

    Penangkapan Maduro, AS Ingin Sampaikan Jangan Main Main Dengan Mereka, Merekalah Polisi Dunia

    Jumat, 09 Januari 2026, Januari 09, 2026 WIB Last Updated 2026-01-11T00:13:01Z
    Keterangan Foto -  Penangkapan president Venezuela, Sabtu 3 Januari 2026.(istimewa)
    INTERNASIONAL - Amerika Serikat dengan  Donald  Trump  sebagai presidennya  mengatakan,  bahwa AS akan membuat keputusan tentang langkah selanjutnya untuk Venezuela. “Kita tidak bisa mengambil risiko membiarkan orang lain menjalankan dan mengambil alih apa yang dia tinggalkan,” kata Trump, di kutip dari The Guardian, Jumat 9 Januari 2026.


    Hal ini terkait saat Amerika yang secara tiba-tiba menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya Cilia Flore dan membawanya ke New York (AS) pada, Sabtu (3/1/2026) dini hari.


    Maduro dituduh berada di belakang penyelundupan obat-obatan terlarang dan imigrasi gelap ke Amerika. Pada Juli 2025, Amerika Serikat mengumumkan hadiah sebesar $50 juta untuk penangkapan Maduro.


    Trump pernah memberi Maduro ultimatum untuk melepaskan kekuasaan, menawarkannya jalan keluar yang aman dari negara itu, Maduro menolak tawaran tersebut.


    Saat pemerintahan Trump meningkatkan tekanan, pemerintah  Venezuela mengatakan  tidak menginginkan perang dengan AS.


    Dakwaan Departemen Kehakiman AS yang baru dibuka menuduh Maduro menjalankan “pemerintahan yang korup dan tidak sah” yang didorong oleh operasi perdagangan narkoba yang luas yang membanjiri AS dengan ribuan ton kokain.


    Sejarah Konflik Dengan Venezuela


    Konflik Amerika VS Venezuela setidaknya sudah dimulai sejak Venezuela dipimpin oleh presiden sosialis Hugo Chavez pada 1999. Chavez adalah penentang utama kebijakan-kebijakan imperialis Amerika seperti invasi Afghanistan dan Irak. Chavez menuduh Amerika berada di belakang upaya kudeta atas dirinya di tahun 2002.


    AS mengatakan pemerintahan Maduro tidak sah, mengakui Juan Guaidó, ketua parlemen, sebagai presiden Venezuela pada tahun 201.


    Melihat Penangkapan Maduro

    Melihat fenomena tersebut, mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI Dino Patti Djalal menyebut, tindakan Amerika sebagai sikap negara besar yang merasa berhak bertindak sewenang-wenang terhadap negara lain. Ini merupakan indikasi dari tatanan global yang berbahaya. 


    Langkah intervensi serupa yang pernah diambil AS pada 1990, ketika Presiden George H. W. Bush memberi persetujuan bagi personel AS untuk menginvasi Panama dan menangkap pemimpin negara tersebut, Manuel Noriega, kemudian dihadapkan ke muka pengadilan AS dan didakwa atas tuduhan penyelundupan narkoba dan pencucian uang.


    Para ahli banyak yang meyakini bahwa dibalik tuduhan AS yang mengatakan bahwa pemerintah Maduro melakukan  penyeludupan Kokain dan imigrasi ke Amerika Serikat dan pemerintah yang tidak sah dan sebagainya, mungkin Amerika tidak mau Venezuela dijadikan sebagai sandaran minyak bagi China dan Rusia. Karena melihat fenomena akhir akhir ini kedekatan antara Venezuela dengan negara Raksasa tersebut semakin intens, bahkan penangkapan Maduro berlangsung beberapa jam setelah pertemuan dengan utusan pemerintahan China.


    Melihat hal tersebut, ada pesan yang diisyaratkan AS bahwa dimanapun, dia mampu intervensi negara lain dengan kekuatan militer dan sumber daya mereka yang begitu hebatnya dan seakan- akan memberi isyarat bahwa  mereka lah polisi dunia yang sebenarnya, makanya jangan main main dengan mereka.


    (Ronald Sihombing)





    Komentar

    Tampilkan