• Jelajahi

    Copyright © Investigasi Fakta
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Sports

    Massa Geruduk Kantor Walikota Medan Menolak Surat Edaran Walikota

    Kamis, 26 Februari 2026, 00:36 WIB Last Updated 2026-02-27T03:18:50Z
    MEDAN - Ratusan Massa dari berbagai aliansi menggeruduk  kantor Walikota Medan pada Kamis, 26 Februari 2926 sekitar pukul 14.00 Wib. Mereka menuntut agar Surat edaran  Walikota Medan Rico Waas  Nomor 571/1540 tanggal 13/2026 tentang, penataan Lokasi  berjualan daging Non Halal di kota Medan ditarik kembali.


    Sekitar  satu jam sebelumnya,  ratusan orang tersebut dengan menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat  berkumpul disekitar Lapangan merdeka Medan, dengan membawa poster yang isinya untuk menarik surat edaran, dengan meneriakkan kata kata yang berhubungan dengan Babi.


    Mereka memasuki lapangan merdeka dengan tertib dan teratur dan memarkirkan kendaraannya masing masing disisi stasiun Besar Kereta api, sehingga  membuat kendaraan yang melewati jalan tersebut agak melambat.


    Secara serentak dengan mobil komando dan kenderaan pribadi, mereka bergerak dari Lapangan Merdeka  menuju Kantor Walikota Medan dengan meneriakkan yel-yel untuk membangkitkan semangat.


    Dalam unjuk rasa ini seluruh kelompok sudah dihimbau bahwa kegiatan tersebut murni untuk menarik surat edaran walikota Medan tanpa embel-embel agama. Karena mereka hanya ingin berjualan babi sebagai mata pencaharian yang tidak bisa dilarang karena hal  ini juga berhubungan dengan adat istiadat.


    Didepan Kantor walikota Medan Ketua HBB Lamsiang Sitompul mengawali orasinya dengan mengatakan, Hak rakyat untuk berdagang, mecari penghasilan, dan harus dan lantang bersuara agar walikota tidak  diskriminatif.


    "Hak rakyat untuk berdagang mecari penghasilan, dan kita  harus  lantang bersuara agar walikota tidak  diskriminatif," ujarnya dari atas mobil komando.


    Menurut Lamsiang, Walikota Medan harusnya mengurus banjir seperti bulan November kemarin, Begal yang masih terus berlangsung setiap hari, Narkoba.Yang paling  berbahaya adalah Limbah B3.Jangan jangan Rumah sakit Pirngadi pengolahan limbahnya tidak beres, ujar Lamsiang.


    Sinyal Jaringan Internet Mati dilokasi 


    Saat orasi tiba tiba, sinyal jaringan Internet mati di lokasi sekitar pukul 14.10. Hal ini membuat Lamsiang Sitompul yang sedang berorasi dari atas mobil komando sempat bereaksi dan meminta pertanggung jawaban kepolisian dan pihak operator.


    "Sinyal dimatikan, ini merupakan bagian dari  pembungkaman dan  berkomunikasi serta  menyampaikan di muka umum di jamin undang undang, mana Telkomsel dan kepolisian," ujar Lamsiang Sitompul dihadapan massa unjuk rasa.


    Dalam UNRAS tersebut masih banyak yang masih ingin menyampaikan orasinya termasuk dari perwakilan permpuan dan aliansi lainnya seperti perkumpulan orang Nias da sebagainya.


    Hingga berita ini dikirim keredaksi sekitar pukul 15.30 Wib, massa pendemo masih melanjutkan aksi serta orasi yang intinya Walikota Medan segera  mencabut Surat edaran tersebut.


    Sedangkan arus lalu lintas masih diurai oleh kepolisan dan dialihkan menuju lokasi lain, sedangkan petugas kepolisian lainnya masih berjaga jaga untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan.


    Sedangkan informasi yang diterima media ini, saat ini walikota Medan Rico Waas sedang berada  Dijakarta.


    (Ronald Sihombing)

    Komentar

    Tampilkan