Sports

Polsek Lahewa Evakuasi Diduga Tengkorak Manusia di Sungai Batoto, Polisi Libatkan Tim Forensik

Investigasi Fakta
Kamis, 21 Mei 2026, 03:31 WIB Last Updated 2026-05-20T20:31:07Z

GUNUNGSITOLI – Jajaran Polsek Lahewa yang dipimpin Ps. Kapolsek Lahewa, IPDA Sin. Harefa, S.Pd., M.H., bersama personel mendatangi lokasi penemuan yang diduga tengkorak manusia di aliran Sungai Batoto, Dusun I, Desa Muzoi, Kecamatan Lahewa Timur, Kabupaten Nias Utara, Selasa (19/05/2026) sekitar pukul 14.30 WIB.


Informasi awal bermula dari laporan warga bernama Odaligo Zega (50) pada hari yang sama sekitar pukul 13.00 WIB. Ia melihat benda berwarna putih tersangkut di pinggir sungai, tepatnya di samping kebun kelapa miliknya. Benda tersebut mengeluarkan aroma tidak sedap sehingga menimbulkan kecurigaan dan kemudian dilaporkan ke Polsek Lahewa.


Menindaklanjuti laporan tersebut, Ps. Kapolsek Lahewa bersama personel segera menuju lokasi. Setibanya di tempat kejadian, petugas melakukan pengecekan dan mengevakuasi benda yang dicurigai ke pinggir sungai.


Berdasarkan hasil identifikasi awal di lokasi, benda tersebut diduga merupakan bagian kepala (tengkorak manusia) serta sejumlah tulang lainnya yang kondisinya telah membusuk.


Hingga saat ini, pihak kepolisian belum dapat memastikan identitas tengkorak tersebut. Dalam pencatatan sementara, temuan itu dikategorikan sebagai Mr. X (identitas belum diketahui).


Penemuan ini diduga berkaitan dengan peristiwa sebelumnya yang terjadi pada Senin (27/04/2026) sekitar pukul 22.15 WIB, saat seorang warga berinisial OG (50), warga Desa Lolofaoso, Kecamatan Lotu, dilaporkan hilang dan diduga diterkam buaya saat menjaring ikan di kawasan Pantai Turezoliho, Desa Muzoi.


Berdasarkan analisis sementara di lapangan, aliran Sungai Batoto merupakan jalur yang bermuara langsung ke Pantai Turezoliho, lokasi awal korban OG dilaporkan hilang.


Setelah melakukan pemeriksaan dan mengumpulkan barang bukti, petugas mengevakuasi bagian tengkorak dan tulang tersebut ke RSUD dr. M. Thomson Gunungsitoli untuk pemeriksaan lebih lanjut.


Kapolres Nias AKBP Agung S.D.C., S.Psi., M.Psi., Psi., M.K.P., melalui Plt. Kasi Humas Aipda Aris menyampaikan bahwa untuk memastikan identitas tengkorak tersebut, pihaknya telah meminta bantuan Tim Forensik dari Polda Sumatera Utara.


“Pemeriksaan akan dilakukan melalui metode kraniologi forensik, yakni analisis antropologi forensik pada tengkorak, guna memastikan apakah identik dengan korban yang sebelumnya dilaporkan hilang,” ujarnya.


(Red)

Komentar

Tampilkan