Kabupaten Pamekasan – Selain menghadirkan perubahan fisik melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2025, berbagai kebijakan pemerintah di sektor pendidikan mulai dirasakan langsung manfaatnya oleh para guru. Salah satu program yang paling berdampak adalah penyaluran Tunjangan Profesi Guru (TPG). ( 1 Juni 206).
Program ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan guru, tetapi juga mendorong lahirnya inovasi dalam proses pembelajaran di sekolah.
Di SDN Jalmak 1, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, sejumlah guru mengaku memanfaatkan dana TPG untuk menunjang kegiatan belajar mengajar agar lebih relevan dengan perkembangan zaman. Dana tersebut digunakan untuk membeli perangkat pendukung pembelajaran serta mengintegrasikan teknologi ke dalam kelas, sehingga tercipta suasana belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan.
Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) SDN Jalmak 1, Dwi Arista Wardana, misalnya, terus berupaya menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya aktif secara fisik, tetapi juga mampu membentuk karakter murid. Menurutnya, pembelajaran interaktif efektif dalam menanamkan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari.
Untuk mendukung hal tersebut, Dwi memanfaatkan dana TPG untuk membeli laptop sebagai sarana penunjang pembelajaran.
“TPG sangat membantu saya untuk berinovasi dalam menyiapkan materi pembelajaran yang lebih kreatif. Kini, kelas PJOK menjadi lebih interaktif, serta mampu membangun kolaborasi dan partisipasi murid,” ujarnya.
Manfaat serupa juga dirasakan oleh guru kelas SDN Jalmak 1, Sri Riana. Ia menilai TPG memberikan dampak signifikan, baik dari sisi kesejahteraan ekonomi maupun peningkatan kualitas pembelajaran.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, Sri mulai mengenalkan pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) kepada murid melalui perangkat tablet yang dibelinya dari dana TPG. Ia memanfaatkan berbagai aplikasi permainan edukatif seperti Kahoot dan Quizizz untuk menciptakan suasana belajar yang lebih menarik.
“Dengan tablet ini, saya bisa menggunakan berbagai permainan edukatif. Murid menjadi lebih antusias dan tidak mudah bosan saat belajar di kelas. Semoga TPG terus berlanjut agar guru semakin berinovasi,” tutur Sri.
Tidak hanya di sekolah negeri, manfaat TPG juga dirasakan oleh guru sekolah swasta. Samsi, guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SMP Plus Nurul Hikmah, Kabupaten Pamekasan, mengungkapkan rasa syukurnya atas program tersebut.
Menurutnya, TPG memberikan ketenangan dalam kehidupan sehari-hari sekaligus mendukung terciptanya suasana belajar yang lebih nyaman. Selain itu, program ini juga membuka peluang bagi guru untuk meningkatkan kompetensi melalui pelatihan, seminar, dan pendidikan serta pelatihan (diklat).
“Semoga kesejahteraan guru terus ditingkatkan, khususnya bagi guru swasta dan honorer. Pada dasarnya, baik guru ASN maupun swasta memiliki tanggung jawab yang sama, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa,” kata Samsi.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pemerintah terus berkomitmen meningkatkan kualitas kompetensi dan kesejahteraan guru melalui berbagai program prioritas.
Saat melakukan kunjungan ke Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Trunojoyo Madura, ia menyampaikan bahwa Kemendikdasmen telah memberikan kesempatan kepada lebih dari 12 ribu guru untuk melanjutkan studi D4/S1 melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Program tersebut akan dilanjutkan pada tahun 2026 dengan target menjangkau 150 ribu guru melalui bantuan beasiswa sebesar Rp3 juta per semester.
Di sisi lain, pemerintah juga memperkuat aspek kesejahteraan melalui program sertifikasi Pendidikan Profesi Guru (PPG).
“Melalui sertifikasi PPG, diharapkan guru dapat memenuhi jam mengajar, memperoleh tunjangan sertifikasi, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan,” ujar Abdul Mu’ti saat kunjungannya ke Madura. **




.jpg)
