LBH Toho


Sports

Arus Peti Kemas Belawan–Kuala Tanjung Tumbuh 4 Persen di Tengah Tekanan Global

Kamis, 30 Juli 2026, 14:15 WIB Last Updated 2026-07-31T04:00:35Z

MEDAN BELAWAN – Arus peti kemas di Pelabuhan Belawan dan Kuala Tanjung mencatat pertumbuhan positif pada semester I 2026, meskipun di tengah tekanan ekonomi global dan perlambatan perdagangan internasional yang masih berlangsung.


PT Prima Multi Terminal (PMT) mencatat volume peti kemas yang ditangani di kedua pelabuhan tersebut mencapai 347.001 TEUs hingga Juni 2026. Angka ini meningkat sekitar 4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Informasi tersebut diterima media ini secara tertulis, Kamis (30/7/2026).


Peningkatan ini menunjukkan bahwa aktivitas logistik dan distribusi barang di wilayah barat Indonesia masih bertahan kuat. Kinerja tersebut ditopang oleh distribusi domestik yang tetap solid serta mulai meningkatnya ekspor komoditas dan produk hilirisasi dari sejumlah kawasan industri di Sumatera.


Kontributor terbesar pertumbuhan berasal dari layanan peti kemas internasional di Terminal 2 Kuala Tanjung. Hingga semester I 2026, volume peti kemas internasional mencapai 19.087 TEUs atau melonjak 243 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.


Secara keseluruhan, aktivitas bongkar muat peti kemas di terminal tersebut juga tumbuh 9 persen menjadi 35.397 TEUs. Peningkatan ini sejalan dengan meningkatnya arus ekspor-impor serta tetap terjaganya distribusi bahan baku industri, barang konsumsi, dan kebutuhan manufaktur.


Selain itu, aktivitas bongkar muat barang nonpeti kemas di Terminal Kuala Tanjung juga menunjukkan pertumbuhan signifikan. Hingga semester I 2026, volume barang nonpeti kemas tercatat mencapai 389.114 ton, meningkat 186 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini mengindikasikan meningkatnya distribusi komoditas curah serta kebutuhan industri dari kawasan hinterland Sumatera.


Sementara itu, di Terminal 1 Belawan Domestik, volume peti kemas mencapai 311.604 TEUs atau naik 3 persen dibandingkan semester I 2025. Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya distribusi barang antarpulau untuk kebutuhan industri dan konsumsi, serta bertambahnya pengiriman komoditas dan produk olahan dari Sumatera ke berbagai wilayah di Indonesia.


Direktur Utama PT Prima Multi Terminal, Rudi Susanto, menyampaikan bahwa kinerja arus barang pada semester pertama tahun ini menunjukkan aktivitas ekonomi di Sumatera mulai membaik, meskipun kondisi perdagangan global masih menghadapi berbagai tantangan.


“Permintaan distribusi domestik masih menjadi penopang utama. Di sisi lain, kami melihat aktivitas ekspor mulai meningkat, khususnya dari sektor industri pengolahan dan komoditas. Kondisi ini berkontribusi terhadap pertumbuhan arus peti kemas di Belawan dan Kuala Tanjung,” ujarnya.


Menurutnya, sektor kepelabuhanan masih dihadapkan pada sejumlah tantangan, mulai dari perubahan jaringan pelayaran internasional, pergeseran rantai pasok global, hingga dinamika geopolitik yang berdampak pada biaya logistik dan waktu pengiriman barang.


Untuk itu, peningkatan efisiensi operasional menjadi faktor penting agar pelabuhan tetap kompetitif. PMT mencatat rasio effective time terhadap berthing time (ET/BT) di Terminal Belawan mencapai 86,27 persen. Sementara itu, rasio ET/BT di Terminal Kuala Tanjung tercatat sebesar 73,95 persen untuk layanan internasional dan 66,00 persen untuk layanan domestik.


Dalam menjaga kinerja operasional, perusahaan terus melakukan optimalisasi peralatan bongkar muat, penataan lapangan penumpukan, serta memperkuat koordinasi dengan pengguna jasa dan antar terminal. Selain itu, implementasi program keselamatan dan kesehatan kerja (K3) juga terus ditingkatkan melalui inspeksi berkala, standardisasi peralatan, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja guna mempertahankan target nihil kecelakaan kerja.


Rudi menambahkan, peran pelabuhan akan semakin strategis seiring meningkatnya kebutuhan distribusi barang serta pengembangan kawasan industri di Sumatera.


“Keandalan layanan pelabuhan menjadi faktor penting dalam mendukung daya saing industri. Semakin efisien proses logistik, semakin besar peluang pelaku usaha untuk menekan biaya distribusi dan meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global,” pungkasnya.


Dengan posisi strategis di jalur pelayaran internasional Selat Malaka, Pelabuhan Belawan dan Kuala Tanjung diproyeksikan tetap menjadi simpul logistik utama di wilayah barat Indonesia. Prospek tersebut diperkuat oleh berkembangnya kawasan industri serta berlanjutnya program hilirisasi yang mendorong peningkatan kebutuhan layanan logistik dan kepelabuhanan di Sumatera.


(Ronald/tim)

Komentar

Tampilkan