Operasi yang dipimpin Tim 10 Unit III Satresnarkoba itu merupakan tindak lanjut dari penyelidikan intensif terkait aktivitas peredaran narkoba di lokasi yang selama ini diduga kerap dijadikan tempat transaksi dan konsumsi sabu.
Medan yang sulit dijangkau menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Untuk mencapai lokasi, personel harus melewati semak belukar dan jalan setapak di bantaran sungai. Kondisi tersebut dimanfaatkan sejumlah pelaku untuk melarikan diri dengan cara melompat ke sungai saat penggerebekan berlangsung. Meski demikian, polisi berhasil mengamankan seorang pria berinisial FS yang diduga berperan sebagai pengedar narkoba.
"Ada beberapa pelaku yang kabur dengan melompat ke sungai. Akses menuju lokasi ini juga tidak mudah karena kami harus melewati semak belukar dan jalan setapak. Namun, kami tetap berhasil meringkus seorang pengedar berinisial FS," kata Kasatresnarkoba Polrestabes Medan, AKBP Rafli Yusuf Nugraha, SH, SIK, MIP.
Dari lokasi, petugas menyita satu paket sabu, puluhan alat hisap, ratusan plastik klip kosong yang diduga digunakan untuk mengemas narkotika, serta sejumlah uang yang diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran narkoba.
Sebagai langkah pencegahan agar lokasi tersebut tidak kembali digunakan sebagai tempat peredaran narkotika, petugas merobohkan dan membakar seluruh bangunan barak yang berdiri di kawasan itu.
"Barak kami bumihanguskan agar tidak ada lagi praktik serupa di tempat ini," tegas Rafli.
Penggerebekan sempat diwarnai ketegangan. Puluhan warga disebut menghadang petugas dan meminta agar tersangka yang telah diamankan dibebaskan. Namun, aparat tetap membawa tersangka keluar dari lokasi dengan pendekatan persuasif dan humanis.
Polisi menegaskan tidak akan mentoleransi segala bentuk upaya yang menghalangi proses penegakan hukum, khususnya dalam pemberantasan peredaran narkotika.
"Kami sempat dihadang warga, namun kami pastikan tidak akan ada kompromi terhadap siapa pun yang menghalang-halangi petugas dalam menjalankan penindakan hukum," ujar Rafli.
Polrestabes Medan menegaskan operasi pemberantasan narkoba akan terus dilakukan di wilayah-wilayah yang terindikasi menjadi sarang peredaran narkotika. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen kepolisian untuk memutus mata rantai peredaran narkoba sekaligus menyelamatkan masyarakat, terutama generasi muda, dari ancaman penyalahgunaan narkotika.
(Ronald)


.jpg)
