LBH Toho


Sports

Labfor Pastikan Ledakan Grand Polonia Dipicu Akumulasi Gas Metana, Polisi dan PGN Masih Buru Titik Kebocoran

Jumat, 24 Juli 2026, 19:35 WIB Last Updated 2026-07-24T13:41:24Z




MEDAN – Misteri di balik ledakan dahsyat yang menghancurkan sebuah rumah di Kompleks Grand Polonia, Kota Medan, pada hari Senin tanggal  20 Juli 2026 sekira pukul 16.10 WIB., mulai menemukan titik terang. Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sumatera Utara memastikan ledakan dipicu akumulasi gas metana (CH4) yang terperangkap di dalam bangunan sebelum tersulut dan memicu ledakan.


Meski penyebab ledakan mulai terungkap, penyidik menegaskan investigasi belum berakhir. Polisi bersama tim Laboratorium Forensik dan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) masih melakukan leak test atau uji kebocoran untuk memastikan titik pasti sumber gas yang menyebabkan akumulasi di dalam rumah.


Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol. Ferry Walintukan, mengatakan hasil pemeriksaan ilmiah telah memastikan keberadaan gas metana di lokasi kejadian, ujarnya yang diterima media ini secara tertulis pada, Jumat (24/7/2026). 


"Hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik menunjukkan adanya gas metana (CH4). Gas tersebut terakumulasi di dalam ruangan dan kemudian terjadi penyulutan yang mengakibatkan ledakan," ujar Ferry.


Namun demikian, kata Ferry, penyidik belum dapat memastikan asal kebocoran gas tersebut. Seluruh jaringan pipa masih diperiksa secara menyeluruh untuk mengetahui lokasi kebocoran yang menjadi pemicu peristiwa.


"Kami belum bisa memastikan titik kebocorannya. Tim Labfor masih melakukan leak test terhadap jaringan pipa agar diketahui secara ilmiah lokasi kebocoran yang menyebabkan akumulasi gas tersebut," katanya.


Kasubbid Fiskom Bid Labfor Polda Sumut, AKBP Roy Tenno Siburian, menjelaskan proses investigasi membutuhkan ketelitian karena instalasi pipa berada di dalam struktur bangunan.


Menurut Roy, kepastian mengenai sumber kebocoran baru dapat disimpulkan setelah seluruh rangkaian pemeriksaan teknis selesai dilakukan.


Di sisi lain, PGN masih menghentikan penyaluran gas ke seluruh pelanggan di kawasan Grand Polonia sebagai langkah pengamanan selama proses investigasi berlangsung.


General Manager Regional I PGN, Andi Sangga, mengatakan penghentian distribusi gas dilakukan untuk menjamin keselamatan warga sekaligus mempermudah proses penyelidikan bersama kepolisian.


"Prinsipnya, demi alasan keselamatan kami masih menutup aliran gas di Perumahan Grand Polonia. Kami juga melakukan simulasi pengaliran menggunakan CNG agar bersama kepolisian dapat mencari titik kebocoran secara akurat," ujar Andi.


Untuk mendukung proses tersebut, PGN mendatangkan Compressed Natural Gas (CNG) dalam tabung sebagai media simulasi pengaliran gas ke jaringan pipa. Langkah ini dilakukan agar titik kebocoran dapat dideteksi tanpa mengaktifkan kembali distribusi gas ke seluruh kawasan.


Meski demikian, PGN menegaskan belum menyimpulkan bahwa jaringan gas perusahaan menjadi penyebab utama ledakan. Seluruh pihak masih menunggu hasil investigasi resmi yang dilakukan secara bersama.


Polda Sumatera Utara menegaskan penyelidikan dilakukan secara objektif, transparan, dan berbasis pembuktian ilmiah. Hasil akhir investigasi, termasuk sumber kebocoran, penyebab penyulutan, serta ada atau tidaknya unsur kelalaian, akan diumumkan setelah seluruh pemeriksaan teknis rampung. (Ronald)

Komentar

Tampilkan