LBH Toho


Sports

Diduga Keracunan Usai Santap MBG, Sejumlah Siswa SMA Negeri 1 Berastagi Dievakuasi

Investigasi Fakta
Jumat, 14 Agustus 2026, 11:41 WIB Last Updated 2026-08-14T04:41:56Z

KARO – Sejumlah murid SMA Negeri 1 Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (13/8/2026).


Informasi mengenai dugaan keracunan tersebut mencuat setelah sejumlah siswa dilaporkan mengalami kondisi yang membutuhkan penanganan medis. Hingga saat ini, proses evakuasi dan penanganan terhadap para siswa masih berlangsung.


Kepala Cabang Dinas Pendidikan Sumatera Utara Wilayah IV, Zulkarnain Barus, membenarkan adanya informasi mengenai dugaan keracunan yang dialami siswa SMA Negeri 1 Berastagi.


Namun, Zulkarnain belum memberikan keterangan lebih rinci terkait jumlah siswa maupun kondisi mereka. Ia menyebut proses evakuasi masih berlangsung sehingga pihaknya masih menunggu perkembangan di lapangan.


“Iya, benar. Saat ini masih proses evakuasi,” ujar Zulkarnain.


Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Sumatera Utara, Agung Kurniawan, mengaku telah menerima informasi mengenai kejadian tersebut.


Agung mengatakan dirinya tengah dalam perjalanan dari Medan menuju Kabupaten Karo untuk melihat langsung kondisi di lapangan dan memastikan informasi yang diterima.


“Informasinya seperti itu, tapi ini kita sedang menuju ke sana untuk cek keadaan sebetulnya,” kata Agung Kurniawan.


Agung juga belum dapat memastikan jumlah siswa yang diduga mengalami keracunan. Menurutnya, pendataan masih dilakukan dan data yang lebih akurat akan diperoleh setelah pihaknya memastikan jumlah siswa yang mendapatkan penanganan di fasilitas kesehatan.


“Nanti kalau sudah ada data riil, data riil harus kita lihat jumlah di rumah sakit atau puskesmas,” tuturnya.


Hingga berita ini ditulis, belum diketahui secara pasti penyebab para siswa mengalami kondisi tersebut. Pihak terkait masih melakukan evakuasi, pendataan, serta pemeriksaan untuk memastikan kondisi kesehatan para siswa dan mengetahui penyebab kejadian.


Perkembangan mengenai jumlah siswa yang terdampak maupun hasil pemeriksaan medis masih menunggu informasi resmi dari pihak terkait. **

Komentar

Tampilkan