Kunjungan kerja tersebut tidak hanya menjadi agenda pembangunan sarana dan prasarana kepolisian. Kapolda juga meninjau kesiapan jajaran Polres Tapteng setelah wilayah tersebut sebelumnya terdampak bencana alam.
Kapolda Sumut bersama Ketua Bhayangkari Daerah Sumut Ny. Mona Whisnu Hermawan, Irwasda Polda Sumut Kombes Pol Nanang Masbudi serta sejumlah Pejabat Utama Polda Sumut tiba menggunakan Helikopter Polri P-3307.
Rombongan disambut Kapolres Tapanuli Tengah AKBP Muhammad Alan Haikel, Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Tapteng di Lapangan Bola Kaki Pandan.
Sebelum menuju Mapolres Tapteng, Kapolda bersama Ketua Bhayangkari Daerah Sumut menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Masjid Al-Munawar di Kelurahan Pandan Wangi. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-74 Tahun 2026.
Rusun 20 Hunian dan Penataan Empat Polsek
Agenda kemudian dilanjutkan di Mapolres Tapanuli Tengah dengan groundbreaking pembangunan Gedung Rusun Dinas Tunggal Panaluan.
Dalam program tersebut, Polres Tapteng mendapatkan dukungan pembangunan satu unit rumah susun dinas dengan kapasitas 20 kamar atau hunian.
Selain pembangunan rusun, penataan fasilitas juga dilakukan terhadap empat Polsek jajaran, yakni Polsek Pandan, Polsek Kolang, Polsek Sorkam dan Polsek Barus.
Keempat Polsek tersebut mendapatkan program pemugaran total dan penataan ulang, termasuk penambahan masing-masing empat unit rumah dinas.
Kapolda Sumut meminta seluruh proses pembangunan fasilitas tersebut dikerjakan sesuai target dan diselesaikan dalam waktu enam bulan.
“Pembangunan Rusun Tunggal Panaluan dan perbaikan di empat Polsek ini merupakan langkah nyata Polri dalam meningkatkan kesejahteraan anggota dan mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Whisnu Hermawan.
Menurutnya, ketersediaan rumah dinas merupakan salah satu kebutuhan dasar personel kepolisian. Dengan terpenuhinya fasilitas tempat tinggal, personel diharapkan tidak lagi terbebani persoalan tempat tinggal, biaya sewa maupun cicilan.
“Sehingga bisa berfokus penuh melayani masyarakat,” katanya.
Kapolda Tekankan Perawatan Fasilitas
Whisnu juga mengingatkan jajaran Polres Tapteng agar tidak berhenti pada pembangunan fisik.
Menurutnya, seluruh fasilitas yang telah dibangun harus dirawat dan dijaga sehingga dapat digunakan secara optimal dalam jangka panjang.
Selain fasilitas hunian, perhatian juga diarahkan pada kenyamanan lingkungan kerja dan kesiapan operasional Mako.
Kapolda meminta jajaran memastikan kebutuhan operasional harian terpenuhi sepenuhnya. Ia bahkan menyoroti persoalan teknis sederhana yang berpotensi mengganggu pelayanan masyarakat, seperti ketersediaan kertas administrasi hingga pasokan listrik.
“Tidak boleh ada lagi kendala teknis saat masyarakat membuat laporan,” tegasnya.
Ia menilai kondisi lingkungan markas yang bersih, tertata dan nyaman akan turut mendukung ketertiban administrasi serta peningkatan kualitas pelayanan publik.
Dorong Pelayanan Polisi Berbasis Digital
Dalam kunjungan tersebut, Kapolda Sumut juga mendorong percepatan transformasi pelayanan kepolisian berbasis digital.
Layanan yang didorong untuk semakin adaptif antara lain pengurusan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), perizinan keramaian hingga surat kehilangan.
Digitalisasi diharapkan dapat mempermudah masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pelayanan tatap muka.
“Yang paling utama adalah membangun sistem digital yang andal dan beroperasi 24 jam,” kata Whisnu.
Menurutnya, sistem digital yang kuat diperlukan untuk menjaga kesinambungan pelayanan, mengingat pergantian pimpinan maupun personel merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri.
Dengan sistem yang terintegrasi, pelayanan kepada masyarakat diharapkan tetap berjalan secara konsisten, efektif dan akuntabel tanpa bergantung pada siapa yang sedang menduduki jabatan.
Apresiasi Personel Pascabencana
Dalam kesempatan itu, Kapolda Sumut juga memberikan apresiasi kepada seluruh personel Polres Tapanuli Tengah.Ia mengapresiasi semangat dan kesiapsiagaan personel dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, meski sebelumnya jajaran Polres Tapteng turut menghadapi dampak bencana alam.
Kunjungan kerja tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa pembangunan fasilitas kepolisian tidak hanya berorientasi pada peningkatan sarana fisik, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat kesejahteraan personel dan memastikan masyarakat memperoleh pelayanan yang cepat, transparan serta berkelanjutan.(Ronald)
(Humas Polres Tapanuli Tengah)


.jpg)
