Sports

Harga BBM Dipastikan Tidak Naik 1 April 2026, Pertalite Tetap Rp10.000/Liter

Investigasi Fakta
Selasa, 31 Maret 2026, 13:47 WIB Last Updated 2026-04-01T08:14:28Z

Caption Foto : Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad ketika menyampaikan konferensi pers, dimana Pemerintah bersama DPR RI pastikan harga BBM tidak naik per 1 April 2026

Jakarta - Kabar gembira datang bagi masyarakat Indonesia. Pemerintah bersama DPR RI memastikan bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) tidak akan mengalami kenaikan per 1 April 2026. Kepastian ini sekaligus meredam keresahan publik setelah isu kenaikan sempat beredar luas di media sosial dan memicu antrean panjang di sejumlah SPBU.


Menteri Sekretaris Negara menegaskan bahwa harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar tetap dipertahankan pada level saat ini. Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, juga mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tidak melakukan aksi borong BBM. Menurutnya, keputusan ini diambil untuk menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian.


“Pemerintah sudah memastikan tidak ada kenaikan harga BBM per 1 April. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak terprovokasi isu yang tidak jelas sumbernya,” ujar Dasco dalam konferensi pers.


Isu kenaikan harga BBM muncul sejak 30 Maret 2026, ketika beredar foto daftar harga baru di media sosial. Informasi tersebut langsung menimbulkan antrean panjang di SPBU, terutama di wilayah Jabodetabek dan Jawa Timur. Pemerintah kemudian menegaskan bahwa informasi itu tidak benar dan meminta masyarakat tetap tenang.


Di Tulungagung, Jawa Timur, misalnya, sejumlah SPBU sempat dipadati kendaraan yang mengisi penuh tangki mereka. Namun setelah ada klarifikasi resmi, antrean kembali normal.


Keputusan menahan harga BBM subsidi diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat. DPR menekankan agar masyarakat tidak mudah percaya pada isu yang belum jelas kebenarannya. Pemerintah melalui Kementerian ESDM juga terus memantau harga energi dunia untuk menentukan kebijakan selanjutnya.


Ekonom energi menilai, keputusan ini memang melegakan, tetapi pemerintah tetap harus waspada terhadap fluktuasi harga minyak global. Jika harga minyak dunia terus naik, beban subsidi akan semakin berat. Namun untuk saat ini, langkah menahan harga dianggap tepat demi menjaga stabilitas.


Kabar tidak naiknya harga BBM tentu menjadi angin segar bagi jutaan pengguna kendaraan bermotor. Isu BBM selalu sensitif karena langsung berdampak pada biaya transportasi dan harga kebutuhan pokok. Dengan harga Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter, masyarakat bisa sedikit bernapas lega. Namun tantangan ke depan tetap ada: harga minyak dunia yang fluktuatif bisa memaksa pemerintah melakukan penyesuaian di bulan-bulan mendatang.


Harga BBM subsidi dipastikan tidak naik per 1 April 2026. Pemerintah dan DPR menegaskan keputusan ini untuk menjaga stabilitas ekonomi dan meredam keresahan publik. Pertamina memastikan stok aman, sementara masyarakat diimbau tetap tenang dan bijak dalam menggunakan energi.


Hingga 31 Maret 2026, harga BBM di SPBU Pertamina masih stabil:


Pertalite (RON 90) Rp10.000 per liter

Biosolar Rp6.800 per liter


Sementara itu, BBM nonsubsidi seperti Pertamax dan Pertamax Turbo tetap mengikuti tren harga minyak dunia. Di beberapa SPBU, harga Pertamax sempat diberitakan mencapai Rp17.000 per liter, namun pemerintah menegaskan tidak ada penyesuaian harga per 1 April. 


(Malik Hasim)

Komentar

Tampilkan