Sports

Firdaus Laia Butuh Uluran Tangan dan Perhatian Pemerintah

Investigasi Fakta
Jumat, 05 Juni 2026, 10:25 WIB Last Updated 2026-06-18T10:34:37Z

Nias Selatan - Peristiwa kebakaran hebat yang terjadi pada 10 Oktober 2013 sekitar pukul 04.00 WIB dini hari meninggalkan duka mendalam bagi keluarga Firdaus Laia di Kecamatan Aramo, Kabupaten Nias Selatan. Kebakaran yang diduga berasal dari kompor gas tersebut merenggut nyawa kedua orang tua Firdaus.


Dalam tragedi memilukan itu, Firdaus Laia yang saat kejadian masih berusia 10 bulan berhasil selamat. Kini, ia telah duduk di bangku kelas VIII SMP Negeri 1 Aramo. Namun, musibah tersebut meninggalkan dampak yang sangat berat bagi kehidupannya. Firdaus mengalami luka bakar serius yang menyebabkan kedua tangan dan kakinya mengalami cacat permanen.


Sejak peristiwa tersebut hingga saat ini, kondisi Firdaus sangat memprihatinkan. Kedua tangannya tidak dapat difungsikan secara normal, sehingga ia mengalami kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri. Bahkan untuk kebutuhan dasar, ia masih sangat bergantung pada bantuan orang lain.


Ironisnya, sejak kejadian tragis itu, Firdaus belum mendapatkan perhatian maksimal maupun penanganan serius dari pihak terkait. Kondisi ini memunculkan keprihatinan dari berbagai kalangan.


Ketua DPC Pro Jurnalmedia Siber (PJS) Kabupaten Nias Selatan, Pidar Ndruru, bersama pengurus PJS AFS Buulolo turun langsung ke lapangan pada Kamis (4 Juni 2026) untuk melihat kondisi Firdaus secara langsung. Dalam kunjungan tersebut, mereka berharap adanya perhatian dari pemerintah, mulai dari tingkat pusat hingga Pemerintah Kabupaten Nias Selatan.


“Kami berharap pemerintah hadir dan memberikan perhatian nyata kepada Firdaus, baik dalam bentuk bantuan sosial, layanan kesehatan, maupun fasilitas penunjang agar ia dapat menjalani kehidupan dengan lebih layak,” ujar Pidar.


Sementara itu, Sokhizatulo Laia selaku orang tua angkat Firdaus menyampaikan harapannya agar pemerintah, khususnya melalui Dinas Sosial, dapat memberikan bantuan yang layak dan berkelanjutan.


“Kami sangat berharap ada perhatian dari pemerintah. Firdaus membutuhkan bantuan, baik dari segi kesehatan maupun kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya.


Peristiwa ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya kewaspadaan dalam penggunaan peralatan rumah tangga, khususnya kompor gas, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali di masa mendatang.


Kini, harapan besar tertuju pada kepedulian semua pihak agar Firdaus Laia dapat memperoleh kehidupan yang lebih baik serta masa depan yang lebih terjamin.


(Ndruru)

Komentar

Tampilkan