MEDAN - Tidak ketinggalan dengan mahasiswa didaerah lain, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) USU bersama BEM SI Sumatera Utara juga turut menggelar aksi unjuk rasa di depan DPRD Sumatera Utara Jalan Imambonjol No.1 Medan pada Senin, (15 /6/ 2026) Sore sekitar pukul 12.00 Wib.
Ratusan mahasiswa berjalan dengan beriringan dengan membawa spanduk dan beberapa poster yang bertuliskan himbauan dan kritikan kepada pemerintah yang berkuasa saat ini sambil meneriakkan kata kata ketidak percayaan kepada pemerintah.
Aksi bertajuk " Menuju Indonesia Gagal" ini membawa enam tuntutan, meliputi persoalan energi dan kenaikan BBM, kondisi ekonomi nasional, UU Polri, evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), anggaran pendidikan, serta isu lingkungan dan agraria.
Mahasiswa mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut mengawal jalannya pemerintahan serta menyampaikan aspirasi secara damai, tertib, dan bertanggung jawab.
Unjuk rasa diberbagai daerah
Salah satu motor penggerak unjuk rasa yang terbesar adalah unjuk rasa yang terjadi di Bundaran HI pada Juni 2026, aksi tersebut dilakukan oleh mahasiswa yang dipelopori BEM UI pada 12 Juni 2026 dan hari ini setiap daerah mahasiswa menggelar unjuk rasa. Mereka menyuarakan kritik terhadap kondisi ekonomi dan sejumlah kebijakan pemerintah. Beberapa tuntutan mereka adalah menurunkan harga BBM, menurunkan harga kebutuhan pokok, menghentikan pemborosan anggaran negara, menghentikan program-program yang mereka nilai bermasalah, dan menghentikan militerisasi di ranah sipil.
Aksi tersebut diperkirakan melibatkan sekitar seribu hingga lebih dari seribu mahasiswa dan menyebabkan kepadatan lalu lintas di kawasan Sudirman–Thamrin.
Selain itu juga mereka mengajukan tuntutan terkait kondisi ekonomi, kebijakan pemerintah, dan tata kelola pemerintahan.
Karena saat ini menurut para mahasiswa tersebut, harga kebutuhan pokok dan biaya hidup semakin membebani masyarakat. Selain itu dari beberapa tuntutan tersebut adalah agar pemerintah
mengevaluasi atau menghentikan sejumlah program pemerintah yang dinilai tidak tepat sasaran, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran negara.
Selain itu mereka para mahasiswa berharap kepada pemerintah untuk memperkuat pemberantasan korupsi serta menolak praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) dan memastikan kebijakan ekonomi dan sosial lebih berpihak kepada masyarakat luas.
Beberapa aksi juga mengusung tema kritik terhadap kondisi ekonomi nasional dan meminta pemerintah lebih responsif terhadap aspirasi masyarakat.
Tetap dikawal kepolisian dan kondusif
Unjuk rasa di Sumut hingga kini masih tetap berlangsung dan berorasi secara bergantian dan tetap dikawal oleh kepolisian dan aparat keamanan lainnya serta berjalan dengan sangat kondusif tanpa terjadi hal hal yang diingini. Sedangkan kenderaan yang melintas jalur tersebut terpaksa dialihkan melalui jalur lain. (Ronald)


.jpg)
