Sports

Polwan Goes to School, Polda Sumut Edukasi Pelajar Hadapi Ancaman di Ruang Digital

Selasa, 25 Agustus 2026, 21:20 WIB Last Updated 2026-08-26T04:02:31Z

MEDAN - Polisi Wanita (Polwan) Polda Sumatera Utara menggelar kegiatan Polwan Goes to School di sejumlah sekolah, Senin (24/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Polwan Republik Indonesia ke-78 Tahun 2026.


Kegiatan mengangkat tema “Menjaga Jejak Digital, Bahaya Judi Online, serta Pencegahan Eksploitasi dan Pelecehan Seksual Anak Secara Daring (Online Child Sexual Exploitation)”.


Melalui kegiatan ini, para pelajar diberikan edukasi mengenai berbagai ancaman yang dapat muncul di ruang digital sekaligus cara melindungi diri saat menggunakan media sosial, aplikasi percakapan maupun platform permainan daring.


Sejumlah Polwan Polda Sumut ditugaskan sebagai pengambil apel sekaligus narasumber. Mereka masing-masing yakni AKBP Rivawaty Marentina Sitinjak, S.Psi., di SMA Bhayangkara Medan; Kompol Mitha Natasya, S.H., S.I.K., di MAN 1 Lubuk Pakam; AKBP Debora M. Hutagaol, S.Si., M.Farm., di SMA Negeri 5 Medan; AKP Yuni Darmawani, S.Sos., di SMA Advent 1 Medan; serta Kompol Efriyanti, S.H., M.H., di SMK Parulian.


Di hadapan pelajar, para Polwan mengingatkan bahwa kemajuan teknologi harus diimbangi dengan pengetahuan dan tanggung jawab. Media sosial yang sehari-hari digunakan untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi, menurut mereka, juga memiliki potensi risiko apabila tidak digunakan secara bijak.


“Kami hadir bukan untuk menakut-nakuti adik-adik, tetapi sebagai kakak dan sebagai pelindung. Ancaman saat ini tidak hanya ada di jalan atau tempat sepi, tetapi juga bisa masuk melalui handphone yang setiap hari ada di tangan kita,” ujar salah satu narasumber.


Waspadai Jejak Digital

Dalam kegiatan tersebut, pelajar juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga jejak digital. Setiap unggahan berupa foto, video, komentar maupun percakapan di internet dapat menjadi rekam digital yang berpotensi disimpan, disebarluaskan atau disalahgunakan.


Karena itu, para siswa diminta membiasakan diri berpikir sebelum mengunggah sesuatu ke media sosial.


“Sebelum posting, pikirkan dampaknya. Tanyakan kepada diri sendiri apakah konten tersebut sopan, bermanfaat dan tidak akan merugikan kita di masa depan. Kalau masih ragu, lebih baik jangan diposting,” pesannya.


Pelajar Diingatkan Bahaya Judi Online

Bahaya judi online juga menjadi salah satu materi yang disampaikan. Para pelajar diminta tidak mudah tergiur promosi keuntungan instan maupun ajakan bermain yang datang dari teman ataupun orang yang dikenal melalui internet.


Polwan menjelaskan bahwa judi online dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, mulai dari kecanduan, kerugian finansial, terganggunya proses belajar hingga rusaknya hubungan dengan keluarga.


“Judi online bukan permainan dan bukan jalan untuk mendapatkan uang dengan cepat. Jangan sampai rasa penasaran dan iming-iming keuntungan justru merusak pendidikan serta masa depan adik-adik,” tegasnya.


Cegah Eksploitasi Seksual Anak di Dunia Maya

Materi lainnya berkaitan dengan pencegahan eksploitasi dan pelecehan seksual anak secara daring.


Pelajar diminta mewaspadai orang yang berusaha membangun kedekatan melalui media sosial, aplikasi percakapan maupun game online, kemudian meminta foto atau video pribadi, mengajak melakukan tindakan tidak pantas atau meminta hubungan tersebut dirahasiakan.


Jika menghadapi situasi tersebut, pelajar diimbau tidak panik maupun merasa malu untuk meminta pertolongan.


“Jangan panik dan jangan menuruti permintaan pelaku. Simpan bukti, blokir pelaku dan segera ceritakan kepada orang tua, guru atau pihak kepolisian. Ingat, korban tidak boleh disalahkan. Yang salah adalah pelakunya,” ungkapnya.


Para Polwan juga mengajak pelajar menjadi generasi digital yang cerdas dengan tidak mudah percaya kepada orang asing, tidak tergiur iming-iming uang instan, berani mengatakan tidak terhadap hal yang salah serta berani melapor ketika menghadapi ancaman atau tindak kejahatan.


Kegiatan kemudian ditutup dengan pesan kepada para siswa agar senantiasa menjaga diri, baik di lingkungan sekolah maupun ketika beraktivitas di dunia digital.


“Masa depan adik-adik sangat berharga. Jangan sampai masa depan itu rusak hanya karena satu postingan, satu klik atau satu chat dengan orang yang tidak dikenal,” pesan Polwan kepada para siswa.


Melalui program Polwan Goes to School, Polda Sumut menegaskan komitmennya membangun kedekatan dengan generasi muda melalui pendekatan yang humanis dan edukatif.


Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pelajar dalam menjaga keamanan diri sekaligus mendorong terciptanya lingkungan sekolah dan ruang digital yang aman, sehat dan bermartabat. (Ronald/Rls)

Komentar

Tampilkan