![]() |
| Ket.Foto -SMA Negeri 3 Medan.(Dok.ist) |
MEDAN – Capaian Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) Tahun 2026 di SMA Negeri 3 Medan menjadi sorotan publik. Sekolah yang selama ini dikenal sebagai salah satu institusi pendidikan unggulan di Kota Medan tersebut dilaporkan mengalami penurunan signifikan jumlah siswa yang lolos ke perguruan tinggi negeri, bahkan disebut mencapai sekitar 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Penurunan ini memicu kekecewaan di kalangan orang tua siswa. Banyak pihak menilai hasil SNBP tahun ini tidak sejalan dengan reputasi SMA Negeri 3 Medan sebagai sekolah favorit yang selama ini menjadi tujuan utama lulusan SMP berprestasi.
Sejumlah orang tua mengaku terpukul dengan hasil tersebut. Mereka menilai para siswa telah berjuang keras menjaga nilai akademik selama tiga tahun, mengikuti berbagai kegiatan penunjang prestasi, namun hasil yang diperoleh justru jauh dari harapan.
“Kami sangat kecewa. Anak-anak sudah belajar keras, nilai rapor bagus, ikut berbagai kegiatan akademik, tapi hasil SNBP justru turun drastis. Ini harus menjadi evaluasi serius,” ujar salah satu orang tua siswa yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Kekecewaan juga diiringi dengan pertanyaan terkait sistem pembinaan akademik dan pendampingan siswa, khususnya dalam menentukan pilihan program studi. Para wali murid menilai sekolah seharusnya memiliki strategi yang lebih matang dalam mempersiapkan siswa menghadapi seleksi nasional berbasis prestasi yang semakin kompetitif.
“Sekolah ini dikenal unggulan. Kalau sampai turun 50 persen, tentu ada yang perlu dievaluasi dalam pembinaan. Jangan sampai siswa menjadi korban sistem yang tidak siap menghadapi perubahan seleksi,” ungkap wali murid lainnya.
Berdasarkan data yang dihimpun, hanya sebagian siswa yang berhasil diterima di sejumlah perguruan tinggi negeri ternama, di antaranya Universitas Gadjah Mada, Universitas Sumatera Utara, Universitas Negeri Medan, Universitas Syiah Kuala, Universitas Andalas, serta Politeknik Negeri Batam. Program studi yang diraih meliputi Hubungan Internasional, Psikologi, Perbankan, Ekonomi, Geografi Lingkungan, Manajemen, Akuntansi Sektor Publik, Peternakan, hingga Teknologi Geomatika.
Meski masih ada siswa yang berhasil lolos, masyarakat menilai jumlah tersebut jauh di bawah capaian tahun-tahun sebelumnya. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius terkait kesiapan sekolah dalam menghadapi dinamika sistem seleksi nasional yang terus berkembang.
Para orang tua pun berharap Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh, mulai dari proses pembelajaran, pembinaan prestasi, hingga mekanisme pendampingan SNBP di SMA Negeri 3 Medan.
“Ini bukan sekadar angka kelulusan, tetapi menyangkut masa depan anak-anak. Sekolah unggulan seharusnya mampu menunjukkan hasil yang unggulan pula,” tegas seorang wali murid.
Penurunan capaian SNBP SMA Negeri 3 Medan Tahun 2026 kini menjadi perhatian publik pendidikan di Kota Medan. Berbagai pihak berharap evaluasi serius segera dilakukan agar kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan sekolah negeri unggulan tetap terjaga dan tidak terus mengalami penurunan di masa mendatang.
(Tim/Ronald)

.jpg)
