Pada upacara pembukaan tersebut, Wakapolda membacakan amanat Kepala Lembaga Pendidikan dan Latihan (Kalemdiklat) Polri Komjen Pol. Drs. R. Z. Panca Putra S., M.Si. yang menekankan pentingnya membentuk personel Polri yang profesional, berintegritas, humanis, serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Kalemdiklat Polri menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta didik yang berhasil lolos seleksi dan mengikuti Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Berkemampuan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) TA 2026. Para peserta dinilai sebagai putra-putri terbaik bangsa yang dipersiapkan menjadi garda terdepan dalam pelayanan kepolisian.
Dalam amanatnya ditegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar mengubah status menjadi anggota Polri, tetapi merupakan proses pembentukan pengetahuan, keterampilan, karakter, mental, dan budaya kerja agar mampu menjalankan tugas secara profesional, khususnya di bidang pelayanan SPKT.
Secara nasional, pendidikan ini diikuti 4.792 peserta didik, terdiri atas 708 polisi wanita yang menempuh pendidikan di Sepolwan Lemdiklat Polri dan 4.084 polisi pria yang mengikuti pendidikan di 31 SPN Polda di seluruh Indonesia selama lima bulan.
Pendidikan tahun ini mengusung tema "Membangun Keutamaan Pendidikan Polri yang Berbasis Moral dan Literasi untuk Mendukung Program Kedaulatan Pangan, Energi, dan Ekonomi yang Produktif serta Inklusif."
Tema tersebut menegaskan komitmen Polri dalam membentuk personel yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga berkarakter, berintegritas, berpikir kritis, dan adaptif terhadap tantangan di era digital.
Kalemdiklat Polri juga menegaskan bahwa personel SPKT merupakan wajah pertama Polri yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Karena itu, lulusan pendidikan diharapkan mampu memberikan pelayanan yang cepat, tepat, santun, humanis, serta memberikan kepastian hukum kepada masyarakat.
Untuk mendukung tujuan tersebut, kurikulum pendidikan menerapkan pendekatan Outcome-Based Education (OBE), yang berfokus pada pencapaian kompetensi lulusan. Peserta didik tidak hanya dituntut menguasai teori, tetapi juga memiliki kemampuan analitis, memecahkan masalah, bekerja sama, memanfaatkan teknologi, serta mengambil keputusan secara cepat dan bertanggung jawab.
Dalam kesempatan itu, seluruh peserta didik diingatkan agar menjaga keimanan, meningkatkan disiplin, memperkuat solidaritas, menghormati tenaga pendidik, serta menjadikan setiap tantangan selama pendidikan sebagai proses pembentukan karakter insan Bhayangkara yang Presisi.
Kalemdiklat Polri juga menginstruksikan para kepala SPN, tenaga pendidik, instruktur, dan pengasuh untuk menyelenggarakan pendidikan secara profesional dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan serta bebas dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat peserta didik.
Melalui Pendidikan Pembentukan Bintara Polri TA 2026, Polri berharap dapat melahirkan personel yang bermoral, berintegritas, profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu menghadirkan pelayanan kepolisian yang semakin berkualitas, humanis, dan dipercaya masyarakat. **


.jpg)
