Sports

Energi Baru dari Anak Muda, Abdurrahman Sholeh Siap Bawa Gagasan ke Parlemen Bangkalan

Investigasi Fakta
Jumat, 28 Agustus 2026, 12:26 WIB Last Updated 2026-08-28T05:26:09Z

BANGKALAN - Regenerasi politik mulai menjadi perhatian menjelang Pemilu 2029. Di tengah dinamika tersebut, nama Abdurrahman Sholeh muncul sebagai salah satu kader muda Partai Amanat Nasional (PAN) di Kabupaten Bangkalan yang mulai mempersiapkan diri untuk mengambil bagian dalam politik elektoral daerah.


Abdurrahman menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai calon anggota DPRD Kabupaten Bangkalan pada Pemilu 2029. Bagi dirinya, langkah tersebut bukan sekadar tentang mendapatkan posisi politik, tetapi menjadi ruang bagi generasi muda untuk membawa gagasan masyarakat ke dalam proses pengambilan kebijakan.


Kesiapan itu disampaikan Abdurrahman saat bertemu Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan bersama sejumlah relawan dan tokoh muda di Bangkalan, Kamis (27/8/2026).


Menurut Abdurrahman, politik membutuhkan regenerasi. Anak muda tidak cukup hanya menjadi penonton dalam setiap momentum politik, tetapi juga perlu memiliki keberanian untuk masuk ke ruang kebijakan dan menawarkan gagasan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.


“Saya sudah mantap. Dengan kendaraan politik Partai PAN, saya ingin maju DPRD Bangkalan pada perhelatan Pemilu mendatang. Anak muda harus berani tampil dan ikut menentukan arah kebijakan daerah,” ujar Abdurrahman.


Abdurrahman melihat masih banyak persoalan di Bangkalan yang membutuhkan perhatian serius, khususnya yang berkaitan dengan ekonomi masyarakat dan masa depan generasi muda.


Sejumlah isu yang menjadi perhatiannya antara lain pemberdayaan UMKM, penciptaan lapangan kerja, peningkatan kualitas pendidikan, serta penguatan ruang bagi anak muda untuk berkembang dan berkontribusi dalam pembangunan daerah.


Menurutnya, kebijakan pemerintah daerah harus mampu menjawab persoalan nyata yang dihadapi masyarakat. Karena itu, seorang anggota legislatif tidak cukup hanya hadir dalam forum politik, tetapi juga harus mampu memahami persoalan di lapangan dan mengubahnya menjadi gagasan kebijakan.


“Saya ingin anak muda tidak hanya menjadi objek pembangunan. Anak muda harus diberi ruang untuk menjadi bagian dari proses pembangunan dan pengambilan keputusan,” katanya.


Meski Pemilu 2029 masih berada beberapa tahun ke depan, Abdurrahman menilai persiapan politik harus dilakukan sejak jauh hari.


Ia menyebut proses tersebut sebagai kesempatan untuk membangun pengalaman, memperluas komunikasi dengan masyarakat, memahami persoalan daerah, sekaligus memperkuat kapasitas dirinya sebagai kader muda.


“2029 masih jauh, tapi persiapannya harus dari sekarang. Lewat PAN saya ingin belajar, berproses, dan mengabdi untuk Bangkalan,” ujarnya.


Baginya, politik bukan hanya tentang momentum lima tahunan. Politik juga merupakan proses panjang untuk membangun kepercayaan dan menunjukkan kapasitas melalui kerja serta gagasan.


Karena itu, Abdurrahman mengaku ingin terus membangun komunikasi dengan berbagai kelompok masyarakat, khususnya kalangan muda, pelaku UMKM, serta kelompok masyarakat yang memiliki perhatian terhadap masa depan Bangkalan.


Kehadiran Abdurrahman juga menjadi bagian dari dinamika regenerasi kader muda di internal PAN Bangkalan.


Partai politik, menurut Abdurrahman, perlu memberikan ruang yang cukup bagi generasi muda untuk belajar dan mengambil peran. Regenerasi tidak cukup hanya dengan menghadirkan wajah baru, tetapi juga harus dibarengi dengan kesiapan gagasan dan kapasitas politik.


“Partai PAN membuka ruang bagi kader muda. Ini saatnya kita buktikan bahwa anak muda bisa dan mampu menjadi bagian dari perubahan,” tuturnya.


Dengan waktu menuju Pemilu 2029 yang masih panjang, Abdurrahman memiliki kesempatan untuk memperkuat rekam proses politiknya. Mulai dari memperluas komunikasi dengan masyarakat, memahami persoalan Bangkalan, hingga menguji gagasan yang ingin dibawanya ke ruang legislatif.


Bagi Abdurrahman, parlemen nantinya bukan sekadar tempat untuk mendapatkan jabatan, melainkan ruang untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat melalui kebijakan.


Langkah politik tersebut sekaligus memperlihatkan munculnya energi baru dari kalangan muda dalam dinamika PAN Bangkalan. Seberapa jauh Abdurrahman mampu menerjemahkan gagasan tersebut menjadi kerja politik dan membangun kepercayaan masyarakat, akan menjadi bagian dari proses panjang menuju 2029.


(Taufik)

Komentar

Tampilkan