Sports

Kurang Dari 20 Jam, Polisi Ringkus Enam Pelaku Pengeroyokan Maut Remaja di Patumbak

Rabu, 24 Juni 2026, 09:54 WIB Last Updated 2026-06-24T03:26:02Z
Ket Foto - Saat kegiatan paparan di Mapolrestabes Medan pada Selasa (23/6/2026).

MEDAN – Tim gabungan Unit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polrestabes Medan bersama Unit Reskrim Polsek Patumbak berhasil mengungkap kasus pengeroyokan yang menewaskan seorang remaja berinisial MN (14), warga Medan Tembung. Dalam waktu kurang dari 20 jam setelah kejadian, polisi menangkap enam orang terduga pelaku yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan tersebut.


Keenam pelaku yang diamankan masing-masing berinisial MOHH (17), RY (19), FT (17), RDS (18), GR (21), dan IL (17). Mereka diduga merupakan anggota geng motor yang terafiliasi dengan kelompok SL, SKM, dan Towaga.


“Petugas berhasil mengungkap kasus pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Kasus ini terungkap dalam waktu tidak sampai 20 jam. Enam pelaku telah diamankan dan saat ini masih menjalani pemeriksaan,” ujar Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Adryan Riski Lubis, didampingi Kapolsek Patumbak Kompol Daulat Simamora, Kasi Humas AKP N. Gultom, dan Kanit Pidum Iptu Hafizullah saat konferensi pers di Mapolrestabes Medan, Selasa (23/6/2026).


Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, bentrokan berdarah itu bermula ketika kelompok geng motor SL yang berafiliasi dengan SKM dan Towaga berencana melakukan penyerangan terhadap geng motor NKB. Kedua kelompok kemudian bertemu di kawasan Jalan Setia, Patumbak I.


Dalam peristiwa tersebut, kelompok gabungan SL, SKM, dan Towaga disebut datang dengan kekuatan sekitar 200 orang menggunakan sekitar 100 unit sepeda motor dan dua unit mobil. Sementara kelompok NKB hanya berjumlah sekitar 60 orang.


Ketimpangan jumlah massa membuat kelompok NKB terdesak dan mundur. Di tengah situasi tersebut, korban MN diduga terpisah dari rombongannya dan kemudian menjadi sasaran pengeroyokan.


Polisi mengungkapkan, korban dianiaya secara brutal menggunakan senjata tajam, kayu, dan panah. Setelah tak berdaya, tubuh korban bahkan diduga diseret ke dalam parit oleh para pelaku.


Hingga kini, penyidik masih memburu sejumlah pihak lain yang diduga terlibat, termasuk para pimpinan geng motor yang identitasnya telah dikantongi aparat kepolisian.


“Untuk ketua-ketua geng motor identitasnya sudah kami kantongi dan masih terus kami dalami. Mudah-mudahan dalam waktu dekat dapat segera kami ungkap. Sementara ini, kami belum menemukan keterkaitan dengan organisasi kemasyarakatan (ormas),” kata Kanit Pidum Polrestabes Medan, Iptu Hafizullah.


Polisi memastikan proses penyidikan terus berlanjut guna mengungkap seluruh pelaku yang terlibat dalam aksi pengeroyokan maut tersebut. Selain memburu para pimpinan geng motor, penyidik juga mendalami kemungkinan adanya pelaku lain yang turut berperan dalam penyerangan yang berujung hilangnya nyawa remaja tersebut. (Rls/Ronald)

Komentar

Tampilkan